Memiliki rumah dengan skema syariah adalah langkah besar menuju kehidupan yang lebih tenang. Namun, dalam praktiknya masih banyak orang yang terburu-buru mengambil keputusan tanpa memahami detail penting di baliknya. Akibatnya, niat ingin menghindari riba justru berujung pada kekecewaan karena kurang teliti sejak awal. Agar tidak salah langkah, berikut beberapa kesalahan umum yang perlu dihindari saat memilih properti berbasis syariah.

Hanya Melihat Harga, Bukan Akad
Kesalahan pertama yang sering terjadi adalah terlalu fokus pada harga murah tanpa memahami akad yang digunakan. Banyak orang tergiur promo, DP ringan, atau cicilan kecil, tetapi tidak benar-benar mempelajari bagaimana skema transaksi dilakukan. Padahal dalam sistem syariah, akad adalah fondasi utama. Harus jelas bentuk jual belinya, harga finalnya, jangka waktu, serta kesepakatan kedua belah pihak. Pastikan tidak ada unsur denda, bunga tersembunyi, atau akad ganda yang membingungkan. Transparansi adalah kunci ketenangan jangka panjang.

Tidak Mengecek Legalitas Rumah
Label “syariah” saja tidak cukup. Legalitas tetap wajib diperiksa. Pastikan pengembang memiliki izin yang jelas, status tanah aman, dan dokumen pendukung lengkap seperti SHM atau SHGB yang sah. Banyak orang menganggap karena tanpa bank maka prosesnya otomatis aman. Padahal, legalitas adalah aspek yang tidak boleh diabaikan. Hunian yang baik bukan hanya bebas riba, tetapi juga memiliki kepastian hukum agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Tidak Memahami Sistem Tanpa Riba
Sebagian calon pembeli belum benar-benar memahami bagaimana sistem tanpa riba bekerja. Ada yang mengira semua cicilan otomatis disebut syariah, padahal belum tentu. Skema yang benar harus tanpa bunga, tanpa denda keterlambatan berbentuk tambahan biaya, tanpa sita sepihak, dan tanpa BI Checking. Harga disepakati di awal dan tidak berubah hingga lunas. Dengan memahami sistem ini, Anda bisa lebih yakin bahwa transaksi benar-benar sesuai prinsip Islam.

Tidak Survey Lokasi Rumah Secara Langsung
Kesalahan berikutnya adalah tidak melakukan survey langsung ke lokasi. Foto dan video promosi memang menarik, tetapi kondisi nyata di lapangan tetap perlu dilihat sendiri. Perhatikan akses jalan, lingkungan sekitar, fasilitas umum, hingga potensi perkembangan kawasan. Lokasi yang baik akan mendukung kenyamanan tinggal sekaligus nilai investasi di masa depan.

Memilih hunian berbasis syariah bukan sekadar tren, melainkan komitmen untuk menjaga keberkahan dalam kehidupan. Karena itu, jangan hanya tergiur harga atau promosi. Pastikan akad jelas, legalitas aman, sistem benar-benar tanpa riba, dan lokasi sudah sesuai kebutuhan. Jika Anda menemukan perumahan dengan skema syariah yang transparan, tanpa bank, tanpa bunga, dan dengan akad yang jelas, tentu itu menjadi pilihan yang layak dipertimbangkan. Langkah yang tepat hari ini akan menghadirkan ketenangan untuk tahun-tahun ke depan.
Kunjungi Royal Hillside Villa untuk perumahan syariah baru yang launching di Cimahi, eksklusif dilengkapi dengan fasilitas clubhouse. Kemudian ada juga Royal Orchid Village Ciwidey khusus bagi Anda yang memiliki hobi berwisata, lokasi yang strategis di area wisata Ciwidey. “Kami Jagonya Bikin Rumah Tanpa Bank” kami bantu Anda punya aset rumah dengan skema 100% syariah (Tanpa Bunga, Tanpa BI Checking, Tanpa Denda).