Share :
Facebook
Twitter
WhatsApp

Banyak orang mulai sadar bahwa memilih properti hunian bukan hanya soal lokasi dan harga, tetapi juga tentang ketenangan dalam proses kepemilikan. Di sinilah konsep syariah hadir sebagai solusi. Skema ini menawarkan pendekatan yang berbeda dibanding sistem konvensional, bukan sekadar bebas riba, tetapi juga lebih adil dan menenangkan bagi pembeli. Lalu, apa saja ciri utamanya dan mengapa justru memberi lebih banyak keuntungan?

properti

Akad Jual Beli untuk Properti, Bukan Hutang Piutang

Ciri pertama yang paling mendasar adalah akad yang digunakan. Dalam sistem syariah, transaksi dilakukan dengan akad jual beli yang jelas, bukan hutang piutang berbunga. Artinya, sejak awal sudah ditentukan harga barang dan kesepakatan dilakukan secara transparan antara penjual dan pembeli.
Manfaatnya sangat terasa: pembeli tidak berada dalam posisi “berhutang” ke lembaga tertentu, melainkan membeli langsung kepada pengembang. Hubungan yang tercipta lebih setara, komunikatif, dan manusiawi. Ini memberikan rasa aman secara psikologis karena tidak ada tekanan bunga yang terus berjalan.

Transaksi Bebas Riba, Gharar, dan Dzalim

Skema syariah menolak unsur riba, gharar (ketidakjelasan), dan dzalim (ketidakadilan). Semua detail transaksi dijelaskan di awal, mulai dari spesifikasi unit, harga, tenor pembayaran, hingga hak dan kewajiban masing-masing pihak.
Keuntungannya, pembeli tidak dihadapkan pada biaya tersembunyi atau perubahan aturan sepihak. Semua berjalan sesuai kesepakatan awal. Transparansi ini membuat transaksi lebih bersih dan mengurangi potensi konflik di kemudian hari.

Harga Jual Properti Tidak Berubah Sejak Akad

Salah satu keunggulan besar dari sistem ini adalah kepastian harga. Nilai jual yang disepakati di awal akad akan tetap sama hingga lunas, tanpa penyesuaian bunga atau fluktuasi ekonomi.
Manfaatnya sangat nyata untuk perencanaan keuangan keluarga. Angsuran menjadi flat dan mudah diprediksi, sehingga pembeli bisa mengatur cashflow dengan lebih tenang. Tidak ada rasa waswas karena cicilan tiba-tiba naik di tengah jalan.

Tidak Ada Denda Keterlambatan Angsuran

Dalam konsep syariah, denda keterlambatan bukanlah sumber keuntungan. Jika terjadi keterlambatan pembayaran, penyelesaiannya dilakukan dengan musyawarah, bukan penalti yang memberatkan.
Keuntungannya adalah rasa keadilan dan empati. Pembeli tidak semakin tercekik saat kondisi keuangan sedang sulit. Skema ini menempatkan kemanusiaan di atas keuntungan sepihak, sehingga hubungan antara penjual dan pembeli tetap sehat.

Mengapa Benefitnya Lebih Banyak Properti Syariah?

Dengan ciri-ciri tersebut, sistem syariah bukan hanya menawarkan hunian, tetapi juga ketenangan hati. Pembeli mendapatkan kepastian hukum, kejelasan biaya, dan proses yang sesuai nilai moral. Inilah alasan mengapa semakin banyak orang menilai skema ini lebih menguntungkan, baik secara finansial maupun spiritual.

Model seperti ini membuat transaksi hunian menjadi lebih manusiawi, lebih aman, dan lebih sesuai tuntunan syariah. Kunjungi Royal Hillside Villa untuk perumahan syariah baru yang launching di Cimahi, eksklusif dilengkapi dengan fasilitas clubhouse. Kemudian ada juga Royal Orchid Village Ciwidey khusus bagi Anda yang memiliki hobi berwisata, lokasi yang strategis di area wisata Ciwidey. “Kami Jagonya Bikin Rumah Tanpa Bank” kami bantu Anda punya aset rumah dengan skema 100% syariah (Tanpa Bunga, Tanpa BI Checking, Tanpa Denda).

Compare listings

Compare