Dalam Islam, urusan harta bukan sekadar soal keuntungan duniawi, melainkan juga ujian keimanan. Banyak orang yang berusaha mencari celah untuk menanyakan, “Kalau sedikit saja, apakah masih boleh?” atau “Kalau terpaksa, apa tidak apa-apa?” Padahal, larangan riba ditegaskan dengan ancaman yang tidak main-main: siapa pun yang melakukannya berarti siap diperangi oleh Allah dan Rasul-Nya. Maka pertanyaan itu sejatinya terjawab dengan kalimat sederhana: sebatas apa perbuatan ini boleh dilakukan? Sebatas kalian mampu menahan panasnya api neraka.

Ancaman yang Jelas dalam Kitab Suci Tentang Riba
Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 275–279 menegaskan bahwa mereka yang tetap mengonsumsi hasil transaksi haram ini akan dibangkitkan seperti orang yang kerasukan setan. Bahkan Allah menutup ayat dengan seruan perang bagi siapa saja yang enggan meninggalkan praktik tersebut. Ini menunjukkan betapa besar dosanya, bahkan lebih berat dari sekadar perbuatan maksiat lainnya.
Riba Membawa Ketidakadilan Sosial
Hakikat larangan ini bukan hanya soal hubungan hamba dengan Allah, tetapi juga dampaknya pada kehidupan sosial. Tambahan bunga atau keuntungan sepihak membuat yang kuat menindas yang lemah. Akibatnya, jurang antara kaya dan miskin semakin lebar. Inilah sebabnya syariat hadir untuk menjaga keadilan, agar tidak ada satu pihak pun yang terzalimi.
Dosa Riba yang Tidak Bisa Ditutupi Amal Lain
Rasulullah ﷺ menyebutkan bahwa satu dirham hasil transaksi haram lebih berat dosanya daripada melakukan zina berkali-kali. Bayangkan, amal shalat, puasa, bahkan sedekah bisa saja sirna jika masih terus dibiayai dengan harta yang tidak halal. Tidak ada amal yang bisa menutupi keburukan dari dosa besar ini, kecuali dengan taubat yang sungguh-sungguh.
Alternatif Jalan Halal
Islam bukan agama yang mempersulit. Semua kebutuhan manusia telah diberikan jalannya. Dalam urusan ekonomi, ada konsep jual beli yang transparan, akad bagi hasil yang adil, dan pembiayaan syariah yang menghindarkan umat dari jeratan bunga. Prinsip tolong-menolong (ta’awun) dalam muamalah justru membuka jalan keberkahan, berbeda dengan praktik haram yang menutup pintu rezeki.
Refleksi Bagi Kita Semua
Jika masih ada yang merasa praktik ini bisa ditoleransi, sebaiknya bertanya kembali pada hati nurani: apakah kita benar-benar sanggup menahan siksa api neraka sebagai gantinya? Dunia ini hanya sebentar, tetapi akibat dari dosa ini bisa menjerumuskan hingga kehidupan akhirat. Karena itu, tidak ada batas aman untuk melakukannya. Jalan satu-satunya adalah menjauhinya sejauh mungkin, lalu memilih alternatif halal yang lebih menenangkan hati.
Dalam Hal Memilih Rumah Maka Hindari Riba dengan Opsi Perumahan Syariah
Kunjungi Royal Hillside Villa untuk perumahan baru yang launching di Cimahi, eksklusif dilengkapi dengan fasilitas clubhouse. Kemudian ada juga Royal Orchid Village Ciwidey khusus bagi Anda yang memiliki hobi berwisata, lokasi yang strategis di area wisata Ciwidey. “Kami Jagonya Bikin Rumah Tanpa Bank” kami bantu Anda punya aset rumah dengan skema 100% syariah (Tanpa Bunga, Tanpa BI Checking, Tanpa Denda).